Musik dan Budaya
RegisterSearchFAQMemberlistUsergroupsLog in
STRATEGI MEMPERTAHANKAN KEBUDAYAAN

 
Reply to topic    Musik dan Budaya Forum Index » Arsip View previous topic
View next topic
STRATEGI MEMPERTAHANKAN KEBUDAYAAN
Author Message
alvon Bernardo Panjaitan
Masih di Ospek


Joined: 12 Nov 2007
Posts: 5

Post STRATEGI MEMPERTAHANKAN KEBUDAYAAN Reply with quote
STRATEGI MEMPERTAHANKAN KEBUDAYAAN.
Alvon Bernardo Panjaitan, Etnomusikologi USU



PENDAHULUAN

Belakangan ini, Negara kita tercinta mendapat berita yang tidak mengenakkan dari Negara sebelah (Malaysia). Masalahnya, negara yang di Perdana Mentrikan Ahmad Badawi ini telah mengklaim kalau lagu Rasa Sayang e adalah milik mereka. Padahal, tembang itu sudah kita miliki dari dulu-dulu yang berasal dari kepulauan Maluku.
Setiap berita yang disiarkan melalui televisi atau melalui Koran dan Radio yang kita simak setiap hari, pada akhirnya memancing ekspresi yang bervariasi bagi setiap rakyat Indonesia. Ada yang marah, dan ada pula yang tertawa melihat pencurian kebudayaan bangsa kita.
Belum lagi selesai dengan masalah tersebut, di bulan November 2007 Indonesia yang sudah dikejutkan lagi dengan Pengklaiman Malaysia terhadap sebuah Reog Ponorogo dan kesenian lainnya berasal dari daerah Jawa Timur. Nampaknya kesialan menimpa negara kita dengan bertubi-tubi. Karena, belum lagi selesai dengan masalah lagu lama korupsi, dengan bencana yang terus melanda, pencurian hak cipta dari Ibu Pertiwi kita ini pun datang dengan tak berselang lama. Kalau kita lihat dari segi komputerisasi, peletakan folder (barang cetakan) negara kita ini begitu amburadul.
Memang seperti itu lah kondisi kita sekarang ini, semuanya serba tak terduga. Kalau dalam sebuah organisasi biaya tak terduga itu hanya sekitar 10% dari seluruh anggaran, maka Indonesia tidak akan sanggup mengatasi hal-hal tak terduga itu dengan anggaran seperti itu. Bagaimana tidak, bila kita harus mempatenkan semua Kebudayaan kita (yang meliputi kepercayaan, kesenian dan adat istiadat) maka biaya nya pun pasti tidak sedikit. Bisa saja hal tersebut dilakukan, tapi apakah biaya negara kita hanya untuk itu? Pasti tidak.
Oleh karena itu kita harus Legowo menghadapi masalah pencurian itu. Tapi, Legowo bukan berarti pasrah. Kita harus punya Strategi (dengan menggunakan semua sumber daya Bangsa untuk mengeluarkan kebijakan dalam perang dan damai).


ISI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang disusun oleh Departemen Pendidikan dan kebudayaan, kata BUDAYA memiliki banyak arti. Antara lain akal budi, adat sitiadat, dan pikiran. Sedangkan bila digunakan dengan menggunakan imbuhan, Berbudaya berarti memiliki pemikiran yang sudah maju. Membudaya bermakna kebiasaan yang sudah mendarah daging. Membudayakan berarti mengajar agar berbudaya (agar memiliki pemikiran yang maju). Pembudayaan adalah cara memajukan budaya. Dan Kebudayaan memiliki makna Hasil kegiatan dan penciptaan batin manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat. Jadi kata budaya itu memiliki banyak sekali artian. Tetapi dalam tulisan ini, penulis mengangkat pengertian KEBUDAYAAN Di SISI KESENIAN sebagai pokok karena pencurian kebudayaan itulah yang baru saja Indonesia alami saat ini.
Kebudayaan Indonesia yang terdiri dari Kepercayaan, kesenian dan adat istiadat tidak akan gampang dijaga. Di daerah Aceh sampai dengan daerah Irian Jaya kebudayaan itu bertabur lebih dari 100 jenis. Bagaimana menjaganya sementara setiap orang memiliki konsentrasi yang berbeda-beda tiap-tiap hari. Tetapi itulah perlunya sebuah strategi yang harus ditanamkan oleh setiap warga negara untuk keberlangsungan kebudayaan itu. Setiap warga negara diperlukan peranannya dalam menjaga kebudayaan, tapi bagaimana caranya? Penulis akan menjelaskan hal-hal kecil yang akan dikembangkan menurut variasi masing-masing pembaca.

1. Hargai Kebudayaan.

Bila ada seorang memainkan sebuah musik tradisi di dekat kita, apa yang kita lakukan? Bagaimana bila dia memainkan alat musik tradisi itu di tempat umum dan kita berada di situ? Mungkin si pemain musik itu menjadi bahan pembicaraan sekilas bagi kita dan teman-teman yang lain, sehingga menjadi bahan tertawaan (hal tersebut lah beberapa kali diperhatikan oleh penulis sendiri di sekitar lingkungan tempat tinggal penulis).
Bagaimanapun kesenian akan punah jika tidak ada penghargaan. Alangkah baiknya jika kita lebih baik diam daripada mencemooh dan menertawakan orang yang sedang asik berkesenian tradisional.

2. Mencintai untuk menimbulkan rasa ingin tahu.

Mungkin kata-kata cinta tidak akan terlepas dari segala hal agar mendapatkan kemajuan yang lebih baik. Tetapi menurut penulis, mencintai itu bukan berarti hanya dengan basa-basi saja. Contoh yang perlu dilakukan sekarang ini bagi pembaca adalah bagaimana menghargai kebudayaan itu.
Di negara kita belakangan ini, hati masyarakat yang lebih mengutamakan kemauan berAmerika-Amerika yang sudah menjadi trend. Bagaimana tidak, bila kita melihat pertunjukan Band di tempat kita masing-masing, kita rela berdesak-desakan. Tetapi, bila ada kesenian daerah di tempat yang sama pasti para penonton nya bisa dihitung dengan mata telanjang. Yah, kalau para penonton merasa tidak tertarik sih itu wajar saja. Dengan kata lain, Tidak Gaul itu juga yang jadi alasan. Tetapi, kewajaran yang saya katakan di atas tidak bisa dibiarkan hanya dengan sebatas kewajaran dan terus menerus dilakukan hingga terbiasa menghindari kebudayaan. Karena antusias yang berkurang juga jadi alasan untuk tidak mencintai budaya.
Ingatlah, orang lain tidak akan berani mencuri apa yang kita anggap berharga. Kalau dari segi pengetahuan tentang kebudayaan pun kita sangat lemah, bagaimana kita mempertahankannya?
Sebagai contoh, Bila orang lain mencuri kain di jemuran dari belakang rumah kita, sedangkan kita tidak pernah mengangkat kain dari jemuran itu selama satu minggu. Dan di waktu yang akan datang dia memakai kain tersebut dan kita mengatakan itu milik kita dan dia membantah, kita hanya bisa mencibir, memaki, dan menghujat. Dan itu bukan pekerjaan orang yang pintar. Tetapi bila di kain tersebut kita berikan tanda yang spesifik, dan kita mengenal betul bagaimana tandanya, si pencuri tersebut tidak akan bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu, gunakan rasa ingin tahu anda untuk mengenal kebudayaan bangsa kita. Tetapi rasa ingin tau tidak akan ada kalau tidak ada rasa cinta.

Strategi itu lah yang bisa kita lakukan di tahap awal agar Kebudayaan kita tetap terjaga. Bila cara-cara tersebut bisa kita tanamkan pada diri kita masing-masing bisa dipastikan, pencurian terhadap kebudayaan bangsa ini pasti tidak ada. Karena cara tersebut menunjukkan kalau kita perduli akan kemajuan kesenian Indonesia.
Tetapi, mengapa penulis menggunakan kata strategi dalam judul diatas? Penulis menyimpulkan kalau saat ini Indonesia mengalami peperangan Kebudayaan. Peperangan yang belakangan ini dimenangkan oleh pihak lain karena kita tidak siaga. Peperangan itu meliputi peperangan dengan kebudayaan Asing yang terus-menerus merubah pola pikir masyarakat Indonesia karena mengganggap kebudayaan Asing lebih maju, dan peperangan terhadap Pencurian asset-asset kebudayaan Indonesia. Semakin lama kita pasti semakin terpuruk kalau tidak menggunakan strategi untuk kelestarian Budaya.
Sebagai bahan perbandingan, kita bisa melihat kesenian (musik) di negara Eropah dengan kesenian (musik) di Indonesia. Di Eropah, mereka hanya memiliki Mozart dan teman-temannya sebagai pencipta musik klasik yang monoton sebagai musik asli di sana, sedangkan di Indonesia beribu jenis musik aslinya. Dari hal ini tampak betul kalau kita masyarakat Indonesia sekarang ini adalah keturunan dari orang-orang kreatif dan yang pintar. Mengapa kita tidak teruskan kekreatifan kita untuk kelangsungan kebudayaan?


Referensi.
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Balai Pustaka,1995
Tari Komunal, Edisi Uji Coba PSN, 2005
Berbagai Sumber lain.

Thu Jan 17, 2008 9:54 am View user's profile Send private message
lovexhaters
Moderator


Joined: 31 Aug 2007
Posts: 182
Location: Dimana-mana hatiku senang..

Post Re: STRATEGI MEMPERTAHANKAN KEBUDAYAAN Reply with quote
tulisan yang bagus von, tapi perlu diingat, tulisan ini hanya menjadi idealis kaw semata bukan? karna menurut ku, udah gk ada lagi orang yang mempunyai kesadaran akan budaya tanpa alasan tertentu.

for example,

Budayawan: dia memperlajari, dan mempertahankan budaya tertentu. Tetapi pasti ada udang dibalik batu. Maksudnya, dipelajari dan dipertahankan untuk memperoleh 'tujuan' tertentu. Maaf klo mengklaim, tetapi ini bersifat objektif.

Musisi : bermain musik, menciptakan musik dan mempopulerkan suatu musik, tentu dengan alasan tertentu. Populeritas dan finansial yang menjanjikan.

well, dr 2 strategi yang kw tulis sangat bagus untuk jadi tolak ukur kita ataupun pemerhati budaya/musik untuk berpikir, apakah yang kita lakukan itu betul murni dari hati kita, atau menjadi side job dalam pekerjaan?!
objektif tentunya.
Thu Jul 24, 2008 10:17 am View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
stambuk98
Moderator


Joined: 11 Sep 2007
Posts: 57
Location: Vila Vanuatu - Corrupt City

Post Re: STRATEGI MEMPERTAHANKAN KEBUDAYAAN Reply with quote
alvon Bernardo Panjaitan wrote:
STRATEGI MEMPERTAHANKAN KEBUDAYAAN.
Alvon Bernardo Panjaitan, Etnomusikologi USU



PENDAHULUAN

Belakangan ini, Negara kita tercinta mendapat berita yang tidak mengenakkan dari Negara sebelah (Malaysia). Masalahnya, negara yang di Perdana Mentrikan Ahmad Badawi ini telah mengklaim kalau lagu Rasa Sayang e adalah milik mereka. Padahal, tembang itu sudah kita miliki dari dulu-dulu yang berasal dari kepulauan Maluku.
Setiap berita yang disiarkan melalui televisi atau melalui Koran dan Radio yang kita simak setiap hari, pada akhirnya memancing ekspresi yang bervariasi bagi setiap rakyat Indonesia. Ada yang marah, dan ada pula yang tertawa melihat pencurian kebudayaan bangsa kita.
Belum lagi selesai dengan masalah tersebut, di bulan November 2007 Indonesia yang sudah dikejutkan lagi dengan Pengklaiman Malaysia terhadap sebuah Reog Ponorogo dan kesenian lainnya berasal dari daerah Jawa Timur. Nampaknya kesialan menimpa negara kita dengan bertubi-tubi. Karena, belum lagi selesai dengan masalah lagu lama korupsi, dengan bencana yang terus melanda, pencurian hak cipta dari Ibu Pertiwi kita ini pun datang dengan tak berselang lama. Kalau kita lihat dari segi komputerisasi, peletakan folder (barang cetakan) negara kita ini begitu amburadul.
Memang seperti itu lah kondisi kita sekarang ini, semuanya serba tak terduga. Kalau dalam sebuah organisasi biaya tak terduga itu hanya sekitar 10% dari seluruh anggaran, maka Indonesia tidak akan sanggup mengatasi hal-hal tak terduga itu dengan anggaran seperti itu. Bagaimana tidak, bila kita harus mempatenkan semua Kebudayaan kita (yang meliputi kepercayaan, kesenian dan adat istiadat) maka biaya nya pun pasti tidak sedikit. Bisa saja hal tersebut dilakukan, tapi apakah biaya negara kita hanya untuk itu? Pasti tidak.
Oleh karena itu kita harus Legowo menghadapi masalah pencurian itu. Tapi, Legowo bukan berarti pasrah. Kita harus punya Strategi (dengan menggunakan semua sumber daya Bangsa untuk mengeluarkan kebijakan dalam perang dan damai).


ISI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang disusun oleh Departemen Pendidikan dan kebudayaan, kata BUDAYA memiliki banyak arti. Antara lain akal budi, adat sitiadat, dan pikiran. Sedangkan bila digunakan dengan menggunakan imbuhan, Berbudaya berarti memiliki pemikiran yang sudah maju. Membudaya bermakna kebiasaan yang sudah mendarah daging. Membudayakan berarti mengajar agar berbudaya (agar memiliki pemikiran yang maju). Pembudayaan adalah cara memajukan budaya. Dan Kebudayaan memiliki makna Hasil kegiatan dan penciptaan batin manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat. Jadi kata budaya itu memiliki banyak sekali artian. Tetapi dalam tulisan ini, penulis mengangkat pengertian KEBUDAYAAN Di SISI KESENIAN sebagai pokok karena pencurian kebudayaan itulah yang baru saja Indonesia alami saat ini.
Kebudayaan Indonesia yang terdiri dari Kepercayaan, kesenian dan adat istiadat tidak akan gampang dijaga. Di daerah Aceh sampai dengan daerah Irian Jaya kebudayaan itu bertabur lebih dari 100 jenis. Bagaimana menjaganya sementara setiap orang memiliki konsentrasi yang berbeda-beda tiap-tiap hari. Tetapi itulah perlunya sebuah strategi yang harus ditanamkan oleh setiap warga negara untuk keberlangsungan kebudayaan itu. Setiap warga negara diperlukan peranannya dalam menjaga kebudayaan, tapi bagaimana caranya? Penulis akan menjelaskan hal-hal kecil yang akan dikembangkan menurut variasi masing-masing pembaca.

1. Hargai Kebudayaan.

Bila ada seorang memainkan sebuah musik tradisi di dekat kita, apa yang kita lakukan? Bagaimana bila dia memainkan alat musik tradisi itu di tempat umum dan kita berada di situ? Mungkin si pemain musik itu menjadi bahan pembicaraan sekilas bagi kita dan teman-teman yang lain, sehingga menjadi bahan tertawaan (hal tersebut lah beberapa kali diperhatikan oleh penulis sendiri di sekitar lingkungan tempat tinggal penulis).
Bagaimanapun kesenian akan punah jika tidak ada penghargaan. Alangkah baiknya jika kita lebih baik diam daripada mencemooh dan menertawakan orang yang sedang asik berkesenian tradisional.

2. Mencintai untuk menimbulkan rasa ingin tahu.

Mungkin kata-kata cinta tidak akan terlepas dari segala hal agar mendapatkan kemajuan yang lebih baik. Tetapi menurut penulis, mencintai itu bukan berarti hanya dengan basa-basi saja. Contoh yang perlu dilakukan sekarang ini bagi pembaca adalah bagaimana menghargai kebudayaan itu.
Di negara kita belakangan ini, hati masyarakat yang lebih mengutamakan kemauan berAmerika-Amerika yang sudah menjadi trend. Bagaimana tidak, bila kita melihat pertunjukan Band di tempat kita masing-masing, kita rela berdesak-desakan. Tetapi, bila ada kesenian daerah di tempat yang sama pasti para penonton nya bisa dihitung dengan mata telanjang. Yah, kalau para penonton merasa tidak tertarik sih itu wajar saja. Dengan kata lain, Tidak Gaul itu juga yang jadi alasan. Tetapi, kewajaran yang saya katakan di atas tidak bisa dibiarkan hanya dengan sebatas kewajaran dan terus menerus dilakukan hingga terbiasa menghindari kebudayaan. Karena antusias yang berkurang juga jadi alasan untuk tidak mencintai budaya.
Ingatlah, orang lain tidak akan berani mencuri apa yang kita anggap berharga. Kalau dari segi pengetahuan tentang kebudayaan pun kita sangat lemah, bagaimana kita mempertahankannya?
Sebagai contoh, Bila orang lain mencuri kain di jemuran dari belakang rumah kita, sedangkan kita tidak pernah mengangkat kain dari jemuran itu selama satu minggu. Dan di waktu yang akan datang dia memakai kain tersebut dan kita mengatakan itu milik kita dan dia membantah, kita hanya bisa mencibir, memaki, dan menghujat. Dan itu bukan pekerjaan orang yang pintar. Tetapi bila di kain tersebut kita berikan tanda yang spesifik, dan kita mengenal betul bagaimana tandanya, si pencuri tersebut tidak akan bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu, gunakan rasa ingin tahu anda untuk mengenal kebudayaan bangsa kita. Tetapi rasa ingin tau tidak akan ada kalau tidak ada rasa cinta.

Strategi itu lah yang bisa kita lakukan di tahap awal agar Kebudayaan kita tetap terjaga. Bila cara-cara tersebut bisa kita tanamkan pada diri kita masing-masing bisa dipastikan, pencurian terhadap kebudayaan bangsa ini pasti tidak ada. Karena cara tersebut menunjukkan kalau kita perduli akan kemajuan kesenian Indonesia.
Tetapi, mengapa penulis menggunakan kata strategi dalam judul diatas? Penulis menyimpulkan kalau saat ini Indonesia mengalami peperangan Kebudayaan. Peperangan yang belakangan ini dimenangkan oleh pihak lain karena kita tidak siaga. Peperangan itu meliputi peperangan dengan kebudayaan Asing yang terus-menerus merubah pola pikir masyarakat Indonesia karena mengganggap kebudayaan Asing lebih maju, dan peperangan terhadap Pencurian asset-asset kebudayaan Indonesia. Semakin lama kita pasti semakin terpuruk kalau tidak menggunakan strategi untuk kelestarian Budaya.
Sebagai bahan perbandingan, kita bisa melihat kesenian (musik) di negara Eropah dengan kesenian (musik) di Indonesia. Di Eropah, mereka hanya memiliki Mozart dan teman-temannya sebagai pencipta musik klasik yang monoton sebagai musik asli di sana, sedangkan di Indonesia beribu jenis musik aslinya. Dari hal ini tampak betul kalau kita masyarakat Indonesia sekarang ini adalah keturunan dari orang-orang kreatif dan yang pintar. Mengapa kita tidak teruskan kekreatifan kita untuk kelangsungan kebudayaan?


Referensi.
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Balai Pustaka,1995
Tari Komunal, Edisi Uji Coba PSN, 2005
Berbagai Sumber lain.





============
Perlu ngak strategy defence atau attacking?
Formasi 4-3-2-1 kali yang pas.....
Wed Feb 11, 2009 10:29 am View user's profile Send private message Visit poster's website
Display posts from previous:    
Reply to topic    Musik dan Budaya Forum Index » Arsip All times are GMT
Page 1 of 1

 
Jump to: 
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© 2007-2008 Informe.com. Get Free Forum Hosting
Powered by phpBB © 2001, 2005 phpBB Group
 :: 
Design by Freestyle XL / Flowers Online.